Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19 (Rencana Strategis).

3. Strategi Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19 > Penting untuk secara aktif menjalin koneksi secara online dengan para HRD atau pimpinan perusahaan. > Memperbaiki tampilan social media kita agar terlihat lebih profesional, seperti di Linkedin, Instagram, Twitter. Karena biasanya HRD suka mengecek kontek social media kita juga. > Pilih perusahaan dengan performa bisnis baik di tengah pandemi ini. Sebagai tambahan informasi: berdasarkan ketentuan PSBB yang dikeluarkan DKI Jakarta, setidaknya ada 8 industri yang masih dapat terus berjalan selama masa PSBB ini: 1. Kesehatan 2. Pangan 3. Energi (air, gas, listrik dan pom bensin) 4. Komunikasi (Baik jasa komunikasi sampai media komunikasi) 5. Keuangan dan Perbankan termasuk pasar modal 6. Logistik distribusi barang 7. Ritel kebutuhan sehari-hari (seperti warung dan toko kelontong) 8. Industri strategis di kawasan ibu kota > Kemungkinan sistem kerja WFH di beberapa perusahaan akan terus diperpanjang, maka tid...

Strategi Lamar Pekerjaan saat Pandemi COVID-19 (saat interview)

2. Saat Sesi Interview > Saat masuk ke ruangan interview dan HRD mau memulai interview, jangan lupa tersenyum. Senyum bisa menambah rasa percaya diri, memberikan aura positif, dan sekaligus mencairkan suasana. > Biasanya di awal sesi, HRD suka memberikan small talk juga untuk mencairkan suasana. Balas saja dengan hangat. Biasanya itu tanda mereka sedang mencari kesamaan dengan kamu. Bisa juga untuk saling kenal dan akhirnya memutuskan bahwa kamu bisa diajak kerja bareng atau ngga. > Ketika sesi interview usahakan untuk switch mode kamu ke mode: professional (in the way you sit, you talk, look, and smell). Jangan lupa untuk datang / sudah siap interview 10-15 menit lebih awal sebelum jadwal dimulai. It helps you a lot to prepare dan belajar mengenal lingkungan tempat interview. > Biasanya di awal sesi interview, kamu akan diminta untuk menceritakan dirimu secara singkat. Disini interviewer biasanya ingin tahu gaya komunikasimu, pengalamanmu, pengetahuanmu, motivasimu, b...

STRATEGI MELAMAR PEKERJAAN pada masa pandemi COVID-19

Pengalaman saya mengikuti Sharing Online terkait Strategi Melamar Pekerjaan pada masa pandemi COVID-19. Selamat membaca rekan-rekan. Assalamu’alaykum Teman-teman, 😊 Selamat malam semuanya. Perkenalkan saya Belinda Rahmadara atau biasa dipanggil Mbak Ibel. Seperti yang disampaikan di awal sebelumnya pernah bekerja di Bukalapak, lalu pernah menjadi Talent Acquisition Manager di Kopi Kenangan. Saat ini sedang membangun recruitment agency, Dream Hunter, dengan 2 orang rekan saya di Jakarta. Salam kenal ya semua 🙏 Senang sekali bisa bergabung di grup ini untuk sharing sekaligus berdiskusi langsung dengan teman-teman semua. Terima kasih kepada @Fadel Muhammad, sang Moderator sekaligus co-founder TitikBalik yang telah mengajak saya, dan memfasilitasi kita semua untuk belajar seputar dunia rekrutmen malam ini. Sedikit Intro, dulu saya mengenal Fadel saat masih sama sama bekerja di Bukalapak. Semoga dengan adanya kelas ini bisa menjadi wadah buat kita semua berbagi pengetahuan tentan...

Worldview Koruptor

Beberapa bulan lalu sebuah dialog di televisi swasta membahas perilaku korupsi penegak hukum dan koruptor. Hadir dalam acara itu para guru besar dibidang hukum dan advokat. Yang muncul disitu pertanyaan mengapa hakim dan jaksa korupsi? Padahal mereka adalah penegak hukum dan sangat luas ilmu hukumnya. Mereka adalah pejabat yang tinggi tanggung jawabnya. Host acara itu lalu mengarahkan pertanyaan itu kepada para guru besar: Apa yang Bapak ajarkan pada mereka sehingga mereka itu korupsi? Para guru besar itupun bersungut-sungut lalu menjawab “tidak ada yang salah dalam mata kuliah mereka.” Lalu dimana letak salahnya? Mengapa demikian dst..dst. menjadi kompleks. Mungkin jika pakar bidang administrasi Negara hadir dia akan menuding undang-undang yang lemah. Pakar ekonomi akan mengkritik gaji pegawai yang rendah. Advokat akan berkilah korupsi atau tidak itu tergantung pasalnya. Para sosiolog atau psikolog akan mungkin lebih tegas “orang korupsi karena mental pegawai”. Dibalik layar sayup...