Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19 (Rencana Strategis).
3. Strategi Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19
> Penting untuk secara aktif menjalin koneksi secara online dengan para HRD atau pimpinan perusahaan.
> Memperbaiki tampilan social media kita agar terlihat lebih profesional, seperti di Linkedin, Instagram, Twitter. Karena biasanya HRD suka mengecek kontek social media kita juga.
> Pilih perusahaan dengan performa bisnis baik di tengah pandemi ini. Sebagai tambahan informasi: berdasarkan ketentuan PSBB yang dikeluarkan DKI Jakarta, setidaknya ada 8 industri yang masih dapat terus berjalan selama masa PSBB ini:
1. Kesehatan
2. Pangan
3. Energi (air, gas, listrik dan pom bensin)
4. Komunikasi (Baik jasa komunikasi sampai media komunikasi)
5. Keuangan dan Perbankan termasuk pasar modal
6. Logistik distribusi barang
7. Ritel kebutuhan sehari-hari (seperti warung dan toko kelontong)
8. Industri strategis di kawasan ibu kota
> Kemungkinan sistem kerja WFH di beberapa perusahaan akan terus diperpanjang, maka tidak ada salahnya untuk berlatih fokus saat bekerja di rumah yang penuh distraksi. Bagaimana kita bisa update dengan teknologi seperti Zoom, Skype, Hangouts, dll.
"Upgrade skill mu yuk!*
Guys, pasti kalian aware deh, kalau perusahaan yang buka lowongan kerja sekarang semakin dikit. Kalau adapun hanya untuk mereka dengan keahlian tertentu. Coba yuk, ubah mindset ini, gimana kalau kita juga bisa punya keahlian itu? Misal, kalian tau kalau sekarang yang paling dicari itu posisi IT atau posisi Data Analyst, misalnya. Kalian bisa banget lho belajar keahlian tersebut. Kalau pernah denger istilah "Survival of Fittest" maka harusnya kita udah siap dengan segala perubahan ini. Siap ga siap, mau ga mau, hanya yang tangguh lah yang mampu bertahan sampai akhir.
Pergunakan waktu sebaik mungkin dengan belajar skill baru selama #dirumahaja di website online.
https://skillacademy.com/
https://www.coursera.org/
https://www.udemy.com/
https://www.udacity.com/
https://www.youtube.com/user/TEDxTalks
https://www.khanacademy.org/
https://designschool.canva.com/
https://www.edx.org/
https://squline.com/
https://brainly.com/
https://www.zenius.net/
https://www.duolingo.com/
https://indonesiamontessori.com/
Sebagian besar list website online di atas itu sedang banyak mengadakan promo gratis belajar online selama pandemi ini lho, yuk manfaatkan sebaik mungkin. Bisa buat belajar bahasa baru, belajar design, belajar jualan online, dan lain-lainnya
4. Alternatif menambah penghasilan yang bisa dicoba saat ini:
"Kak, bagaimana jika saya sudah mengikuti tips di kelas ini, sudah apply ratusan kali, tapi tetap belum dapet job? Sementara saya harus kasih makan keluarga juga.."
Jawabannya: bagaimana kalau kamu membuat peluangmu sendiri?
Ada banyak banget peluang kamu buat nambah pundi2 uang selama pandemi ini:
>Freelance graphic designer
>Freelance writer
>Freelance translator
>Ikut jadi petugas tenaga kesehatan tambahan di DKI (banyak artikel nya ini)
>Jualan makanan online (jual kue lebaran, aneka parsel, jilbab, dll misalnya)
>Jadi personal shopper untuk lansia yang tinggal sendiri di rumah
>Jadi youtuber/influencer dengan konten2 menarik, plus dapet endorse juga lagi
>Jualan stok foto ke beberapa media online
>Jualan barang-barang bekas yang kamu punya
>Jasa kurir delivery sembako
dan lain-lainnya..
BONUS CONTENT:
Sesuai janji, ini ya bonus content yaitu, yang kamu tunggu2:
List Job Opening during Covid-19:
Berikut lowongan yang telah saya rangkum dari reputable company yang masih membuka lowongan, cekidot:
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1zwbeg25dkfUh_JFzUqsfraWY_ydi9gKllsNBVzVVx_E/edit?usp=sharing
Online Job Portal List:
https://www.jobstreet.co.id/
https://www.jobs.id/
https://www.kalibrr.com/
https://job-like.com/
https://jobs.smartrecruiters.com/
https://glints.com/id/lowongan-kerja
https://www.freelancer.com/
https://www.behance.net/joblist
https://www.qerja.com/
http://jobs.kreavi.com/
https://geekhunter.co/jobs/
https://www.robertwalters.co.id/
https://www.sribu.com/id
https://www.glassdoor.com/member/home/index.htm
https://www.loker.id/
https://www.michaelpage.co.id/
https://twitter.com/hrdbacot/status/1245257426007289856
https://www.instagram.com/loker_sejabodetabek1/
Dan akun loker di Instagram/Twitter lainnya.. 😊
Tambahan Materi
Tadi sebelum kelas mulai ada banyak yang bertanya terkait hal ini, saya coba jawab ya:
1. Bagaimana terkait dengan internship yang banyak di hold perusahaan saat situasi begini?
Cari alternatif lain, nego dengan dosen apakah dengan situasi seperti skg ini harus tetap internship di perusahaan atau bisa diganti dengan membuat makalah atau karya tulis ilmiah saja?
2. Saat pandemi seperti ini pasti banyak perusahaan yang memperketat proses rekrutmennya, lalu bagaimana? Tingkatkan kualifikasi, belajar skill baru, asah terus. Suka ga suka, mau ga mau ya cuma ini caranya. Jika belum dapet juga, coba peluang lain untuk menambah pemasukan dengan berjualan, dll
3. Biasanya kalau kita gagal dalam satu posisi, ada beberapa perusahaan yang membuka peluang bisa apply lagi ke posisi yang sama 6 bulan kemudian. Kenapa 6 bulan, karena dalam perspektif HRD dalam waktu 6 bulan kita bisa belajar ilmu atau meningkatkan kompetensi, sehingga jika gagal pada tes/interview kemarin, kita dapat mencoba lagi. Secara tertulis, ga ada maksimalnya berapa kali. Tapi perusahaan besar seperti Google, kita bisa 3x mencoba melamar ke perusahaan dan posisi yang sama.
4. Biasanya HRD mempunyai list kandidat yang di blacklist ga sih? Yes, punya donk, biasanya kandidat yang akan di blacklist adalah jika saat pengerjaan tes masuk atau interview kandidat terindikasi melakukan perbuatan curang atau berlaku tidak sopan.
Sekian dari saya. Semoga manfaat dan menjawab ya. 🙏
Pertanyaan:
1. Saat kita udah ada di tahap akhir proses rekrutmen dan sudah menjadwal sesi tersebut, tapi pihak rekruter membatal dengan memberikan info bahwa prosesnya di berhentikan sementara dan akan di lanjutkan kondisi memungkin(selesainya covid-19) apa jobseeker emang harus menunggu atau lanjut ke yang lain?
2. Terkait dengan mengisi skill selama pandemi, apakah jika bljr online tnp sertifikat jg termasuk mengasah diri? Krn bnyk juga materi yg diajarkan misal melalui youtube tanpa embel2 seperti itu?
3. Terkait blacklist ada pernyataan "Tidak Berlaku Sopan" apakah reschedule keseringan bisa termasuk ya?
Jawaban:
1. jawabannya kembali ke kamu. Kalau mereka bilang selesai covid-19 perusahaan tsb akan menghubungimu sementara kamu belum ada pemasukan lain, duit tabungan udah menipis, kamu yakin sanggup terus menunggu?
Yes, kadang2 kita harus mikir pragmatis. Hidup ini punya banyak pilihan. Tapi kamu tetap harus bisa makan buat jalanin hidup. So, If I were you, saya akan ambil peluang lain yang bisa kasih saya makan lebih dulu (kasarnya gitu). Apply ke tempat lain salah kah? Ngga kok. Selama kamu belum terikat dengan perusahaan yg minta kamu menunggu sih sah - sah aja ya.
Gimana kalau saya dapet tawaran dari perusahaan baru tapi gajinya lebih kecil daripada gaji tempat kerja saya sebelumnya yang PHK-in saya? Jawabannya, selama itu bisa bikin kamu bertahan hidup, ya kenapa ngga? Ambil aja dulu. Nanti setelah pandemi selesai ya pikir2 lagi aja, Kira2 begitu ya kalau saran saya.
2. Oke, terkait ini, mungkin perlu kita pisahin dulu jadi 2 hal yang berbeda: mengasah diri lewat Youtube dan belajar online via situs belajar online bersertifikat.
Apakah belajar dari Youtube juga termasuk mengasah diri? Yes, true.
Apa bedanya dengan belajar melalui website bersertifikat? Belajar itu sejatinya adalah adanya perubahan perilaku dari bisa menjadi tidak bisa. Bagaimana cara taunya? Dengan mengikuti ujian sertifikasi.
Dengan kata lain, kamu dinyatakan telah lulus belajar skill X misalnya, jika sudah lulus ujian di website belajar online tadi. Again, sertifikasi itu semacam bukti hasil belajar kamu, yang menyatakan kamu sudah mengikuti proses belajar dan telah memenuhi sesuai standard yang ditentukan.
So, mana yang lebih menjual utk dicantumkan di CV? Pasti hasil belajar kamu dari website online tsb, seperti lewat: Coursera, edX, Udemy, dsb. Btw, sertifikasi yang kita terima dari situs tsb biasanya juga bisa sync dengan profile linkedin kita kok. Bakal jadi nilai plus banget kan 🤗
3. Hmm.. kalau ini biasanya recruiter akan menilai tergantung alasannya kamu meminta reschedule. Jika alasannya minta reschedule karena anak sakit, trus jadwal berikutnya reschedule lagi karena ibumu sakit, trus jadwal berikutnya reschedule lagi karena kamu nya yang sakit. Kan siapa juga yang mau dan bisa menduga. Tapi bisa jadi catetan juga buat HRD utk mempertimbangkanmu berkali2 sblm direkrut atau dgn kata lain kondisimu saat ini belum baik untuk direkrut.
Intinya balik lagi ke alasannya. Berapa kali normalnya minta reschedule? In my case, maksimal 3x kandidat minta reschedule jadwal interview, lebih dari itu, bye.. I will find another candidate 😅
> Penting untuk secara aktif menjalin koneksi secara online dengan para HRD atau pimpinan perusahaan.
> Memperbaiki tampilan social media kita agar terlihat lebih profesional, seperti di Linkedin, Instagram, Twitter. Karena biasanya HRD suka mengecek kontek social media kita juga.
> Pilih perusahaan dengan performa bisnis baik di tengah pandemi ini. Sebagai tambahan informasi: berdasarkan ketentuan PSBB yang dikeluarkan DKI Jakarta, setidaknya ada 8 industri yang masih dapat terus berjalan selama masa PSBB ini:
1. Kesehatan
2. Pangan
3. Energi (air, gas, listrik dan pom bensin)
4. Komunikasi (Baik jasa komunikasi sampai media komunikasi)
5. Keuangan dan Perbankan termasuk pasar modal
6. Logistik distribusi barang
7. Ritel kebutuhan sehari-hari (seperti warung dan toko kelontong)
8. Industri strategis di kawasan ibu kota
> Kemungkinan sistem kerja WFH di beberapa perusahaan akan terus diperpanjang, maka tidak ada salahnya untuk berlatih fokus saat bekerja di rumah yang penuh distraksi. Bagaimana kita bisa update dengan teknologi seperti Zoom, Skype, Hangouts, dll.
"Upgrade skill mu yuk!*
Guys, pasti kalian aware deh, kalau perusahaan yang buka lowongan kerja sekarang semakin dikit. Kalau adapun hanya untuk mereka dengan keahlian tertentu. Coba yuk, ubah mindset ini, gimana kalau kita juga bisa punya keahlian itu? Misal, kalian tau kalau sekarang yang paling dicari itu posisi IT atau posisi Data Analyst, misalnya. Kalian bisa banget lho belajar keahlian tersebut. Kalau pernah denger istilah "Survival of Fittest" maka harusnya kita udah siap dengan segala perubahan ini. Siap ga siap, mau ga mau, hanya yang tangguh lah yang mampu bertahan sampai akhir.
Pergunakan waktu sebaik mungkin dengan belajar skill baru selama #dirumahaja di website online.
https://skillacademy.com/
https://www.coursera.org/
https://www.udemy.com/
https://www.udacity.com/
https://www.youtube.com/user/TEDxTalks
https://www.khanacademy.org/
https://designschool.canva.com/
https://www.edx.org/
https://squline.com/
https://brainly.com/
https://www.zenius.net/
https://www.duolingo.com/
https://indonesiamontessori.com/
Sebagian besar list website online di atas itu sedang banyak mengadakan promo gratis belajar online selama pandemi ini lho, yuk manfaatkan sebaik mungkin. Bisa buat belajar bahasa baru, belajar design, belajar jualan online, dan lain-lainnya
4. Alternatif menambah penghasilan yang bisa dicoba saat ini:
"Kak, bagaimana jika saya sudah mengikuti tips di kelas ini, sudah apply ratusan kali, tapi tetap belum dapet job? Sementara saya harus kasih makan keluarga juga.."
Jawabannya: bagaimana kalau kamu membuat peluangmu sendiri?
Ada banyak banget peluang kamu buat nambah pundi2 uang selama pandemi ini:
>Freelance graphic designer
>Freelance writer
>Freelance translator
>Ikut jadi petugas tenaga kesehatan tambahan di DKI (banyak artikel nya ini)
>Jualan makanan online (jual kue lebaran, aneka parsel, jilbab, dll misalnya)
>Jadi personal shopper untuk lansia yang tinggal sendiri di rumah
>Jadi youtuber/influencer dengan konten2 menarik, plus dapet endorse juga lagi
>Jualan stok foto ke beberapa media online
>Jualan barang-barang bekas yang kamu punya
>Jasa kurir delivery sembako
dan lain-lainnya..
BONUS CONTENT:
Sesuai janji, ini ya bonus content yaitu, yang kamu tunggu2:
List Job Opening during Covid-19:
Berikut lowongan yang telah saya rangkum dari reputable company yang masih membuka lowongan, cekidot:
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1zwbeg25dkfUh_JFzUqsfraWY_ydi9gKllsNBVzVVx_E/edit?usp=sharing
Online Job Portal List:
https://www.jobstreet.co.id/
https://www.jobs.id/
https://www.kalibrr.com/
https://job-like.com/
https://jobs.smartrecruiters.com/
https://glints.com/id/lowongan-kerja
https://www.freelancer.com/
https://www.behance.net/joblist
https://www.qerja.com/
http://jobs.kreavi.com/
https://geekhunter.co/jobs/
https://www.robertwalters.co.id/
https://www.sribu.com/id
https://www.glassdoor.com/member/home/index.htm
https://www.loker.id/
https://www.michaelpage.co.id/
https://twitter.com/hrdbacot/status/1245257426007289856
https://www.instagram.com/loker_sejabodetabek1/
Dan akun loker di Instagram/Twitter lainnya.. 😊
Tambahan Materi
Tadi sebelum kelas mulai ada banyak yang bertanya terkait hal ini, saya coba jawab ya:
1. Bagaimana terkait dengan internship yang banyak di hold perusahaan saat situasi begini?
Cari alternatif lain, nego dengan dosen apakah dengan situasi seperti skg ini harus tetap internship di perusahaan atau bisa diganti dengan membuat makalah atau karya tulis ilmiah saja?
2. Saat pandemi seperti ini pasti banyak perusahaan yang memperketat proses rekrutmennya, lalu bagaimana? Tingkatkan kualifikasi, belajar skill baru, asah terus. Suka ga suka, mau ga mau ya cuma ini caranya. Jika belum dapet juga, coba peluang lain untuk menambah pemasukan dengan berjualan, dll
3. Biasanya kalau kita gagal dalam satu posisi, ada beberapa perusahaan yang membuka peluang bisa apply lagi ke posisi yang sama 6 bulan kemudian. Kenapa 6 bulan, karena dalam perspektif HRD dalam waktu 6 bulan kita bisa belajar ilmu atau meningkatkan kompetensi, sehingga jika gagal pada tes/interview kemarin, kita dapat mencoba lagi. Secara tertulis, ga ada maksimalnya berapa kali. Tapi perusahaan besar seperti Google, kita bisa 3x mencoba melamar ke perusahaan dan posisi yang sama.
4. Biasanya HRD mempunyai list kandidat yang di blacklist ga sih? Yes, punya donk, biasanya kandidat yang akan di blacklist adalah jika saat pengerjaan tes masuk atau interview kandidat terindikasi melakukan perbuatan curang atau berlaku tidak sopan.
Sekian dari saya. Semoga manfaat dan menjawab ya. 🙏
Pertanyaan:
1. Saat kita udah ada di tahap akhir proses rekrutmen dan sudah menjadwal sesi tersebut, tapi pihak rekruter membatal dengan memberikan info bahwa prosesnya di berhentikan sementara dan akan di lanjutkan kondisi memungkin(selesainya covid-19) apa jobseeker emang harus menunggu atau lanjut ke yang lain?
2. Terkait dengan mengisi skill selama pandemi, apakah jika bljr online tnp sertifikat jg termasuk mengasah diri? Krn bnyk juga materi yg diajarkan misal melalui youtube tanpa embel2 seperti itu?
3. Terkait blacklist ada pernyataan "Tidak Berlaku Sopan" apakah reschedule keseringan bisa termasuk ya?
Jawaban:
1. jawabannya kembali ke kamu. Kalau mereka bilang selesai covid-19 perusahaan tsb akan menghubungimu sementara kamu belum ada pemasukan lain, duit tabungan udah menipis, kamu yakin sanggup terus menunggu?
Yes, kadang2 kita harus mikir pragmatis. Hidup ini punya banyak pilihan. Tapi kamu tetap harus bisa makan buat jalanin hidup. So, If I were you, saya akan ambil peluang lain yang bisa kasih saya makan lebih dulu (kasarnya gitu). Apply ke tempat lain salah kah? Ngga kok. Selama kamu belum terikat dengan perusahaan yg minta kamu menunggu sih sah - sah aja ya.
Gimana kalau saya dapet tawaran dari perusahaan baru tapi gajinya lebih kecil daripada gaji tempat kerja saya sebelumnya yang PHK-in saya? Jawabannya, selama itu bisa bikin kamu bertahan hidup, ya kenapa ngga? Ambil aja dulu. Nanti setelah pandemi selesai ya pikir2 lagi aja, Kira2 begitu ya kalau saran saya.
2. Oke, terkait ini, mungkin perlu kita pisahin dulu jadi 2 hal yang berbeda: mengasah diri lewat Youtube dan belajar online via situs belajar online bersertifikat.
Apakah belajar dari Youtube juga termasuk mengasah diri? Yes, true.
Apa bedanya dengan belajar melalui website bersertifikat? Belajar itu sejatinya adalah adanya perubahan perilaku dari bisa menjadi tidak bisa. Bagaimana cara taunya? Dengan mengikuti ujian sertifikasi.
Dengan kata lain, kamu dinyatakan telah lulus belajar skill X misalnya, jika sudah lulus ujian di website belajar online tadi. Again, sertifikasi itu semacam bukti hasil belajar kamu, yang menyatakan kamu sudah mengikuti proses belajar dan telah memenuhi sesuai standard yang ditentukan.
So, mana yang lebih menjual utk dicantumkan di CV? Pasti hasil belajar kamu dari website online tsb, seperti lewat: Coursera, edX, Udemy, dsb. Btw, sertifikasi yang kita terima dari situs tsb biasanya juga bisa sync dengan profile linkedin kita kok. Bakal jadi nilai plus banget kan 🤗
3. Hmm.. kalau ini biasanya recruiter akan menilai tergantung alasannya kamu meminta reschedule. Jika alasannya minta reschedule karena anak sakit, trus jadwal berikutnya reschedule lagi karena ibumu sakit, trus jadwal berikutnya reschedule lagi karena kamu nya yang sakit. Kan siapa juga yang mau dan bisa menduga. Tapi bisa jadi catetan juga buat HRD utk mempertimbangkanmu berkali2 sblm direkrut atau dgn kata lain kondisimu saat ini belum baik untuk direkrut.
Intinya balik lagi ke alasannya. Berapa kali normalnya minta reschedule? In my case, maksimal 3x kandidat minta reschedule jadwal interview, lebih dari itu, bye.. I will find another candidate 😅
Komentar
Posting Komentar