Strategi Lamar Pekerjaan saat Pandemi COVID-19 (saat interview)

2. Saat Sesi Interview

> Saat masuk ke ruangan interview dan HRD mau memulai interview, jangan lupa tersenyum. Senyum bisa menambah rasa percaya diri, memberikan aura positif, dan sekaligus mencairkan suasana.
> Biasanya di awal sesi, HRD suka memberikan small talk juga untuk mencairkan suasana. Balas saja dengan hangat. Biasanya itu tanda mereka sedang mencari kesamaan dengan kamu. Bisa juga untuk saling kenal dan akhirnya memutuskan bahwa kamu bisa diajak kerja bareng atau ngga.
> Ketika sesi interview usahakan untuk switch mode kamu ke mode: professional (in the way you sit, you talk, look, and smell). Jangan lupa untuk datang / sudah siap interview 10-15 menit lebih awal sebelum jadwal dimulai. It helps you a lot to prepare dan belajar mengenal lingkungan tempat interview.
> Biasanya di awal sesi interview, kamu akan diminta untuk menceritakan dirimu secara singkat. Disini interviewer biasanya ingin tahu gaya komunikasimu, pengalamanmu, pengetahuanmu, motivasimu, bahkan kemampuanmu. Ceritakanlah dengan padat, singkat, jelas.
> Dengarkan dengan seksama pertanyaan yang diberikan oleh interviewer, kalau kamu ragu dengan pertanyaan yang diberikan, kamu punya hak untuk meminta interviewer mengulangi pertanyaannya. Tapi jangan sering-sering ya, disini konsentrasimu akan diuji!
> Lakukan eye-contact dengan lawan bicaramu. Selama interview, pastikan arah pandanganmu lurus ke arah lawan bicaramu, ini juga menunjukan kalau kamu orang yang fokus atau tidak.
> Jika selama interview berlangsung kamu merasa ada hal penting yang harus dicatat, silakan minta izin kepada interviewer untuk mencatat.
> Ketika pertanyaan dari interviewer sudah habis, biasanya mereka akan menutup dengan kalimat pamungkas: “Dari saya sesi interview ini cukup, dari Anda apa ada hal yang mau ditanyakan?” Disini sebenarnya adalah ujian terakhirmu. Interviewer akan melihat seberapa interest kamu dengan perusahaan atau pekerjaan yang dilamar. Jika kamu interest, biasanya kamu akan mengajukan pertanyaan kembali, umumnya pertanyaan yang ditanyakan bisa seperti: “Maaf Pak/Bu, kalau boleh tau berapa lama saya harus menunggu hasil interview ini?” atau “Maaf Pak/Bu, kalau boleh saya tau benefit di perusahaan ini apa saja?” ini cukup common ditanyakan.
> Jika mereka sudah memberikan jawaban dari pertanyaanmu, pastikan ucapkan “Terima kasih” sebelum meninggalkan ruangan. Lolos atau tidaknya kamu itu urusan belakangan, yang penting kamu sudah meninggalkan kesan baik kepada interviewer.
> Ingat, jangan pernah menyinggung duluan tentang gaji, kecuali interviewer yang membahas duluan. That's rude. Karena biasanya, terkait gaji itu dibicarakan di tahap akhir proses seleksi atau di Offering Stage. Benefit apa yang kamu terima akan tercantum detail di Offering Letter atau surat kontrak. Don't worry, biasanya di sesi Interview pertama belum membahas soal nego gaji kok

2. A. Pertanyaan Jebakan Khas HRD

Oh ya, dalam sesi interview biasanya HRD suka ngasih pertanyaan jebakan, seperti:
> “Coba ceritakan kelemahanmu!” ini sebaiknya kamu jawab jujur aja. Tapi siapkan tambahan informasi hal-hal yang sudah kita lakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Biasanya gitu doang kok.
> “5 tahun kedepan dimana kamu melihat diri kamu?” disini interviewer biasanya ingin tau kamu punya “driven” atau arah ga dalam hidup. Atau ngambang. Tentunya perusahaan ga mau punya karyawan yang belum tau visi misi hidupnya apa. Ceritakan aja rencana hidup mu secara garis besar apa.
> “Coba ceritakan masalah kamu dikerjaan sebelumnya!” ini silakan diceritakan aja masalah garis besarnya dan cara kamu menyelesaikannya. Contoh masalah: berusaha menaikan 30% sales perusahaan”. Contoh solusi: Berhasil mencapai target dengan pendekatan teknik online to offline marketing, dsb.

Poin penting terakhir: Usahakan menggunakan bahasa yang sama dengan interviewer. Jika interviewer bertanya dengan Bahasa Inggris, jawab dengan Bahasa Inggris.

Agar lebih siap, ada baiknya kamu sering-sering berlatih English Conversation di depan cermin sebelum waktu interview. Practice makes perfect! Coba cari referensi video Interview in English di Youtube.

2. B. Cara memfollow-up hasil interviewer 

> Biasanya berapa lamakah waktu yang “pantas” untuk bertanya kembali ke recruiter terkait hasil interview?
Normalnya 1 minggu. Jika setelah lewat dari 1 minggu belum ada jawaban bisa kita follow-up melalui email ke recruiter dengan sopan.

> Biasanya jika sudah lewat 1 bulan belum ada kabar juga, mungkin sudah saatnya beralih ke lowongan lain :)
Kenapa saya suka tidak dapat kabar dari recruiter terkait hasil interview saya? Guys.. please jangan baper dulu.  Apalagi kalau misalnya diberitahu kita gagal, lalu kita bertanya balik apa yang bisa saya improve lagi, namun tidak dibales. Gini ya, recruiter itu ga cuman interview kamu aja kok, ada ratusan bahkan ribuan kandidat yang diproses lamarannya. Kalau mereka skip bales lamaranmu, ya mohon dimaafkan saja, namanya juga manusia. Tapi sebaliknya, jika kamu bagus, sesuai dengan kriteria yang dicari, atasannya juga cocok dengan kamu, pasti mereka akan sangat cepet menghubungimu kembali. Logikanya, jika kamu sudah naksir dengan 1 orang, pasti kamu akan deketin terus kan? Hehe. 1 bulan waktu yang normal untuk move on ke perusahaan yang lain kok.

> Sangat dianjurkan untuk mengirimkan thank you letter kepada recruiter at least 48 jam setelah sesi interview selesai. Ini juga untuk menunjukan interest kamu kepada posisi yang kamu lamar.

Pertanyaan:
1. apa yang dimaksud dengan "budaya perusahaan" itu gimana/apa sih mba? saya pernah interview disalahsatu perusahaan kemudian ditanya, "ceritakan apa yang kamu tahu tentang budaya perusahaan kami?", nah bagi saya ini pertanyaanya ambigu banget jadi waktu itu bingung mau jawab apa?
2. Kak bagaimana cara agar kita tdk baper saat d tanya² HRD ttg kelemahan kita misalnya dan bagaimana cara membatasi diri dan kalau sudah menyangkut pribadi bgt gtu harusnya ttp kita jawab apa tdk? Kalaupun tdk bagaimana cara menolaknya?
3. Apakah yg membuat HRD tidak menghubungi kita kembali setelah beberapa hari/minggu interview, padahal saat itu kita sudah ikuti sebagian besar kiat2 dalam melakukan interview yg baik.

Jawaban:
1.Wah budaya perusahaan, ini lumayan sering juga ya ditanyakan. Atau kadang pertanyaannya berupa open ended: "Ceritakan yang kamu ketahui tentang perusahaan ini" atau semacamnya. Intinya ini adalah cara recruiter untuk menilai seberapa dalam riset atau pengetahuan yang kamu miliki tentang perusahaannya. Saya ambil contoh gampangnya gini, jika kamu sedang dideketin sama cowok, trus kamu tanyakan ke dia, apa yang kamu tau tentang aku? Trus si cowok malah bingung mau jawab apa. Kira2 kamu sbg cewek reaksinya bakal seperti apa? pasti ilfeel duluan dong. Mengaku tertarik melamar, tapi ga tau budaya perusahaannya seperti apa ya sama aja artinya kamu belum tertarik-tertarik banget dengan perusahaan tersebut. Kamu bisa cari tahu budaya perusahaan biasanya melalui situs perusahaannya, atau bertanya pada kenalan "orang dalem" kalau ada. Bahkan jika itu perusahaan multinasional, kamu bisa cek berita di media online atau socmed, cari tau sebanyak mungkin. Again, pelamar yang baik adalah yang paling niat melamar. 😊

2. Oke baik, yang saya pahami berdasarkan pengalaman saya, interviewer yang baik adalah yang bertanya sesuai tujuan. Apa tujuan dari interview? Pastinya untuk mengetahui mana kandidat yang paling layak saya rekrut untuk perusahaan. Bagaimana taunya? interviewer yang baik intinya bertanya terkait 2 hal: Kompetensimu dan Pengalamanmu. Jika kamu merasa pertanyaan yang diajukan mengarah ke hal-hal pribadi, bisa dengan cara kamu tanyakan kembali dulu ke interviewer: "Maksudnya gimana Pak/Bu?" kalau kamu ga nyaman menceritakannya, kamu punya hak untuk tidak menceritakan. "Maaf Pak/Bu, topiknya agak sensitif, saya kurang nyaman untuk membahas terkait hal itu". Sampai sini interviewer biasanya udah ngerti yang kamu maksud.

Tambahan: untuk kasus ini, jika kamu sudah selesai interview dan dinyatakan lolos pada perusahaan tersebut, kira2 kamu bisa kebayang ga orang2 yang bekerja di dalamnya seperti apa? Yep, mungkin saja karyawan disana bekerja kurang profesional. Atau suka mengintimidasi, dan lain-lain. Dan kamu punya hak untuk berpikir kembali utk menerima tawaran atau tidak. Sikap interviewer kepada kamu juga bisa memberikan "sinyal" tentang gambaran perusahaan tempat mu bekerja nantinya. Cermati dengan baik ya, jangan sampai salah pilih perusahaan! :)

3. Kembali lagi ke rule awal tadi. Maaf sekali tapi waktu recruiter itu tidak banyak. Jika pelamar yang masukin CV bisa ratusan, yang dipanggil interview juga belasan, pasti ada kalanya recruiter tidak sempat menjawab lamaran kita semua.

Untuk kasus yang ditanyakan di atas, ada beberapa alasan, kenapa recruiter tidak menghubungi atau susah dihubungi kembali:
> Kamu lagi pacaran, terus tiba2 pacar kamu hilang kontak, kira2 dugaanmu kenapa? Yep, bisa jadi dia naksir orang lain, hehehe. Sama seperti recruiter, bisa jadi kamu sudah berusaha sebaik mungkin, tapi ada aja orang lain yang memenuhi syarat dan kondisi. Misal, ada si A sudah memenuhi syarat sesuai iklan lowongan, tapi kamu harus 1 month notice. Sementara itu, datang si B, dengan spek yang sama seperti kamu, tapi bisa join cepet, 1 week notice, udah gitu minta gajinya ga mahal lagi. Mana yang disukai recruiter? Pasti B dong, disini prinsip ekonomi berlaku, bro. 😊

> atau kondisi yang 2, bisa jadi ada karyawan dari internal yang lebih sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Jadi recruiter ga jadi hire dari luar perusahaan, tapi cukup memutasi/mempromosikan karyawan internal saja.

> atau kondisi yang 3, bisa jadi tadinya kamu hampir lolos interview, tapi besoknya si bos perusahaan itu mengumumkan ada pengurangan karyawan., sehingga rekrutmen terpaksa di hold, sampai waktu yang tidak ditentukan. Atau bisa jadi, perusahaannya terancam tutup.

Intinya ada banyak faktor, jangan suudzon dulu ya. Kalau masih penasaran, bisa kontak recruiternya lagi via email 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19 (Rencana Strategis).