STRATEGI MELAMAR PEKERJAAN pada masa pandemi COVID-19
Pengalaman saya mengikuti Sharing Online terkait Strategi Melamar Pekerjaan pada masa pandemi COVID-19.
Selamat membaca rekan-rekan.
Assalamu’alaykum Teman-teman, 😊
Selamat malam semuanya. Perkenalkan saya Belinda Rahmadara atau biasa dipanggil Mbak Ibel. Seperti yang disampaikan di awal sebelumnya pernah bekerja di Bukalapak, lalu pernah menjadi Talent Acquisition Manager di Kopi Kenangan. Saat ini sedang membangun recruitment agency, Dream Hunter, dengan 2 orang rekan saya di Jakarta. Salam kenal ya semua 🙏
Senang sekali bisa bergabung di grup ini untuk sharing sekaligus berdiskusi langsung dengan teman-teman semua. Terima kasih kepada @Fadel Muhammad, sang Moderator sekaligus co-founder TitikBalik yang telah mengajak saya, dan memfasilitasi kita semua untuk belajar seputar dunia rekrutmen malam ini. Sedikit Intro, dulu saya mengenal Fadel saat masih sama sama bekerja di Bukalapak.
Semoga dengan adanya kelas ini bisa menjadi wadah buat kita semua berbagi pengetahuan tentang seluk beluk rekrutmen di suatu perusahaan dan teman-teman bisa mendapat pekerjaan yg sesuai juga. ✊
Sebelum saya membagikan materi kali ini, please note bahwa yang akan saya sharing kali ini bersifat umum dan berdasarkan pengalaman pribadi ya. Jika ada yang kurang jelas atau mau berbagi pengalamannya silakan diajukan saat sesi tanya jawab melalui moderator.
Adapun topik malam ini akan saya bagi menjadi 4 bagian:
1. Membedah seluk beluk CV
2. Sukses dalam Interview
3. Strategi Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19
4. Cara Alternatif Menambah Penghasilan di masa sekarang
Plus, ada juga BONUS CONTENT, apa itu? Nanti di akhir kelas akan saya share, disimak ya! :)
Topik pertama:
1. Membedah seluk beluk CV
Intermezzo sedikit: CV ini istilah yang lazim dipakai di Asia, Eropa, Australia.
Jika di Amerika sebagian besar menggunakan istilah resume.
Lalu apa bedanya CV dan resume. Bedanya ada pada panjang dan tujuannya.
Kalau CV biasanya struktur nya sudah ajeg dan panjangnya maks 2 halaman. Dibuat untuk melamar pekerjaan.
Kalau Resume biasanya biasanya lebih singkat atau istilah lainnya ringkasan diri kita. Dibuat biasanya untuk menjelaskan profile seseorang, misal saat pelantikan menteri akan disebutkan resume tentang dirinya.
Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Mostly recruiters lebih sering menggunakan istilah CV daripada resume.
Lalu apa bedanya dengan Portofolio? Portofolio adalah bukti hasil kerja kita. Jika kam…
1. A. CV perlu pake foto kah? Cantumin agama juga ga di CV?
> Balik lagi ke tujuan lamaran. Tergantung jenis pekerjaan yang kamu lamar, mungkin buat jenis pekerjaan seperti teller, pramugari, model, dll perlu.
> Tapi bisa jadi pertimbangamu juga kalau foto dan agama terkadang bisa menimbulkan bias ke HRD, padahal kita mau terpilih bekerja di perusahaan yang melihat kompetensi dan hasil kerja kita. Tentu kita tidak mau dong, recruiter memilih kita hanya karena kita berwajah cute atau beragama/beretnis agama tertentu.
1. B. Tulis apa di CV?
> Coba bayangkan deh, kalau kamu sebagai recruiter atau HRD, apa aja detail yang kamu perlu ketahui tentang seorang kandidat. Nah, sudut pandang ini bisa memberikan gambaran kamu dalam membuat CV.
> Bagian terpenting dalam CV sebenarnya terletak pada bagian "Working Experience" baik itu pengalamanmu saat full-time, part-time, internship atau voluntary experience.
> Biasakan pada bagian "Working Experience" cukup sertakan three responsibilities, three achievements in bullet points for every role.
> Don’t writing essay in CV. Keep it simple, why? Because, recruiter have no time to read.
> Max 2 pages long. Keep it short, concise, but impressive enough to get the recruiter “curious” and call you.
> Selalu tampilkan pengalaman dari yang paling terbaru di PALING ATAS
> Masukkan angka ke dalam data prestasi kamu supaya lebih “bunyi”, misal pengalaman kamu sebagai supervisor, berapa orang staff yang kamu lead. Kamu seorang sales, berapa persen target yang selama ini kamu capai. Itu harus dimention agar memberikan gambaran yang lebih jelas ke recruiter.
> Sebisa mungkin menggunakan nama email yang sounds profesional ya, jangan pake nama kartun anime, atau jangan juga pakai email yang susah diingat seperti t4r4bud1m3n@gmail.com. It means a lot!
> Pastikan juga email dan nomor handphone yang kamu cantumkan pada CV masih aktif ya, agar recruiter mudah menghubungimu jika sewaktu-waktu kamu lolos ke tahap selanjutnya.
> Tidak perlu memasukan informasi yang tidak relevan di dalam CV. Misalnya kamu ragu, perlu mencantumkan hobby saya kah di CV atau bagaimana dengan pengalaman organisasi saat kuliah? Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, kira-kira informasi tersebut dapat membuat recruiter tertarik untuk memanggil interview kah? Jika iya, maka cantumkan lah.
Jika lowongan yang kamu terima menggunakan bahasa Inggris, maka CV yang diharapkan masuk juga berbahasa Inggris. Maka, gunakanlah CV berbahasa Inggris yang baik dan benar. Tidak PD dengan grammar bahasa Inggrismu? Silakan minta bantuan teman atau saudara mu untuk mengoreksinya.
> Jika kamu menulis CV dengan Bahasa Indonesia, gunakanlah EYD yang baik dan benar. Cek berulang kali, jangan sampai ada salah ejaan atau salah tanda baca.
> Sebaiknya tidak perlu mencantumkan gaji pada CV. Kenapa? Pertama, kita ingin dinilai berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang kita punya. Dengan memasukkan nominal gaji, maka akan menciptakan bias pada recruiter. Bisa jadi karena gajimu dinilai terlalu tinggi, maka kamu gagal dipanggil interview. Kedua, gaji bersifat rahasia dan nego gaji ada pada tahap terakhir proses seleksi, dan bisa saja CV mu terbaca oleh oknum tidak bertanggung jawab, tentu kamu tidak mau kan jika ada orang selain recruiter bisa tahu gajimu duluan sebelum kamu join ke perusahaan tersebut? :)
> Belum punya akun linkedin? Kalau belum langsung buat ya. Recruiter biasanya suka cek linkedin kamu juga. Jangan lupa dicantumkan di CV.
> Buatlah CV sejujur mungkin, dan pastikan CV yang kamu kirimkan ke perusahaan adalah CV terbarumu (sudah updated) ya!
Pakai cover letter perlu gak sih?
> Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya sudah jarang sekali membaca Cover Letter kandidat. Most recruiter yang saya kenal juga begitu, jarang yang membaca Cover Letter skg. Karena dengan jumlah CV yang masuk, waktu kami para recruiter ga banyak. Biasanya kami (recruiter) membaca (screening) CV 1 kandidat maksimal 30 detik. Sedangkan saya sendiri pernah mensortir hampir 300 CV yang masuk dalam sehari. Jadi ya pinter2 kalian, gimana cara membuat CV yang membuat recruiter tertarik memanggil interview ya. 😅
> Jika kamu mengirim lamaran via email, cover letter ini bisa diganti dengan “intro” di body email. Jadi tidak perlu attachment/PDF baru lagi. Singkat aja isinya bisa 4-5 kalimat. Intinya memuat pernyataan: sapaan - perkenalan diri - ingin melamar untuk posisi apa - salam penutup.
> Kecuali, perusahaan yang kamu lamar memang tertulis di iklan lowongannya untuk semua pelamar wajib mencantumkan cover letter ya. Silakan membuat cover letter dengan singkat, padat, jelas :)
Etika mengirim CV via Email seperti apa?
> Jika memungkinkan ada baiknya email langsung ke email personal rekruternya, bukan milis ya. Sapa dengan baik nama rekruternya di awal. Mention dengan benar nama perusahaannya. Be personal. Ini untuk memberikanmu kesan yang baik di awal.
> Tulislah hal menarik tentang diri dan pekerjaanmu sebelumnya dalam 1-2 kalimat yang sekiranya dapat mengarahkan rekruter untuk membuka attachment CV mu.
> Jangan lupa menyertakan judul email, misal: “Application Letter for Digital Marketing at PT Bumi Sejahtera Abadi”
> Jangan pernah mengirimkan email CV dengan body email kosong atau tanpa judul, atau bahkan salah menyebutkan nama rekruter atau perusahaan yang kamu lamar, atau bahkan CV nya lupa di attach di email, ini fatal banget! Siapa sih yang ga ilfeel kalau lagi ngelamar anak orang, trus salah sebut nama yang mau dilamar? 🤭
Inti dalam mengirimkan CV adalah coba mulai dari mindset bahwa semua orang punya sesuatu untuk “dijual” ke perusahaan. Tinggal mikirin jualan mana yang kira2 “dibeli” sama recruiters. Jangan berangkat dari rasa kurang! Start with confidence that you have something GOOD to sell. Be optimist!
Supaya lebih jelasnya, berikut link yang cukup komprehensif tentang contoh CV yang baik dan perbedaannya dengan portofolio.
https://jendela360.com/info/perbedaan-cv-dan-portofolio/
Pertanyaan:
1. Untuk fresh graduate angka seperti apa yg bisa dijual? Karena kalau dilihat dari contoh sepertinya hanya yang berpengalaman saja yang bisa melempar angka (mis target sales %).
2. Perlukah ditulis pernah dpt beasiswa apapun atau award?
3. Diatas dijelaskan bahwa CV harus selalu up to date kan, nah saya sendiri sudah hampir 7 bulan ini menganggur sejak wisuda, apakah ada trik untuk tetap membuatnya up to date? ya kegiatan saya pas nganggur ini juga ngga jauh2 dari lamar2 kerja sama ikutan kursus dan kelas online aja sih, tapi masa iya itu yg dimasukan ke cv?
Jawaban:
1. Baik, terima kasih pertanyaannya, Fadel. Apa yang membuat HRD tertarik dengan profile kita?
Jawabannya: sama seperti ketertarikan kamu dengan manusia lain, pada umumnya. Natural attraction aja. Could be your confidence, could be the way you talk, could be your competency, anything. Makanya instead of focusing on design template, panjang halaman, atau structure layout,, fokuslah untuk memperbanyak achievementmu, tunjukkan hal-hal positif yang kamu punya. Kalau HRD nya masih ngga manggil kamu interview? Ya udah, thank you, next! Saatnya cari lowongan lain sambil meningkatkan skill mu.
2. Yes, ini balik lagi ya ke mindset. Selalu tanyakan berkali-kali ke diri sendiri, kira-kira dengan saya mencantumkan beasiswa atau award ini bisa "menjual" profile saya untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut ga ya? Kalau menurutmu "layak tayang" why not? Kalau kamu penerima beasiswa bergengsi, bisa diceritakan dgn singkat di CV kalau kamu bisa lolos seleksi beasiswa X dengan mengalahkan ribuan kandidat yang lain. Bisa jadi nilai plus di mata recruiter lho:).
Coba dipikirkan juga apakah beasiswa dan award yang kamu dapat itu relevan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar. Misal kamu juara Indonesian Idol, tapi melamar ke bagian Oil&Gas, ya jadi ga guna kan? Kecuali kamu misalnya Top 5 Masterchef Indo, dan melamar ke bagian Chef di Perhotelan, ya itu bakal jadi nilai tambah banget. Again, jika ragu, coba bayangkan kamu berada di posisi recruiter ya.
3. Yes, pelamar yang baik adalah pelamar yang paling niat melamar. So, jika kamu mau melamar kerja sekarang, tapi CV kamu udah lebih dari 7 bulan CV mu belum di update juga, pasti recruiter akan bertanya-tanya kegiatanmu selama ini apa. Buat CV dengan sejujur mungkin. Jika saat ini kegiatanmu adalah melamar pekerjaan, ceritakan apa adanya. Jika kamu sibuk ikut kursus dan kelas online data analyst misalnya, trus kamu melamar sebagai Data Analyst juga, maka caranya, kursusmu tadi bisa dicantumkan pada bagian "skill". Lalu jika 7 bulan kemarin kamu ada usaha bareng teman, terus jalan 3 bulan usahanya gagal, ceritakan dengan singkat nama usahanya. Again, balik lagi ya, CV itu bukan untuk panjang2an atau semuanya harus ditulis kok. Pilih yang paling relevan. Bisa jadi CV kamu untuk perusahaan X beda dengan CV yang kamu buat utk melamar ke perusahaan Y. Jangan berangkat dari rasa kurang! Start with confidence that you have something GOOD to sell.
Biasakan untuk selalu memperhatikan iklan lowongan dengan cermat. Jika pada iklan tertulis: Kirimkan CV, Surat lamaran, Ijazah, Transkrip nilai, Scan KTP ke email blablabla@gmail.com ya silakan kamu kirim selengkap-lengkapnya. Perhatikan juga syarat yang dicari. Inget lho, HRD itu masang iklan pasti ada banyak pertimbangan. Mis: IPK Min. 3,00 lalu kamu IPK nya di bawah itu misalnya, atau kamu sudah lulus, tapi ijazah kamu belum keluar, ya sudah pasti tau kan jawabannya apa. Dari situ saja sudah menunjukkan kamu bisa lolos kriteria atau tidak. Be smart jobseeker ya, guys!.
lanjutannya disebelah yah...
Selamat membaca rekan-rekan.
Assalamu’alaykum Teman-teman, 😊
Selamat malam semuanya. Perkenalkan saya Belinda Rahmadara atau biasa dipanggil Mbak Ibel. Seperti yang disampaikan di awal sebelumnya pernah bekerja di Bukalapak, lalu pernah menjadi Talent Acquisition Manager di Kopi Kenangan. Saat ini sedang membangun recruitment agency, Dream Hunter, dengan 2 orang rekan saya di Jakarta. Salam kenal ya semua 🙏
Senang sekali bisa bergabung di grup ini untuk sharing sekaligus berdiskusi langsung dengan teman-teman semua. Terima kasih kepada @Fadel Muhammad, sang Moderator sekaligus co-founder TitikBalik yang telah mengajak saya, dan memfasilitasi kita semua untuk belajar seputar dunia rekrutmen malam ini. Sedikit Intro, dulu saya mengenal Fadel saat masih sama sama bekerja di Bukalapak.
Semoga dengan adanya kelas ini bisa menjadi wadah buat kita semua berbagi pengetahuan tentang seluk beluk rekrutmen di suatu perusahaan dan teman-teman bisa mendapat pekerjaan yg sesuai juga. ✊
Sebelum saya membagikan materi kali ini, please note bahwa yang akan saya sharing kali ini bersifat umum dan berdasarkan pengalaman pribadi ya. Jika ada yang kurang jelas atau mau berbagi pengalamannya silakan diajukan saat sesi tanya jawab melalui moderator.
Adapun topik malam ini akan saya bagi menjadi 4 bagian:
1. Membedah seluk beluk CV
2. Sukses dalam Interview
3. Strategi Mencari Pekerjaan di tengah wabah COVID-19
4. Cara Alternatif Menambah Penghasilan di masa sekarang
Plus, ada juga BONUS CONTENT, apa itu? Nanti di akhir kelas akan saya share, disimak ya! :)
Topik pertama:
1. Membedah seluk beluk CV
Intermezzo sedikit: CV ini istilah yang lazim dipakai di Asia, Eropa, Australia.
Jika di Amerika sebagian besar menggunakan istilah resume.
Lalu apa bedanya CV dan resume. Bedanya ada pada panjang dan tujuannya.
Kalau CV biasanya struktur nya sudah ajeg dan panjangnya maks 2 halaman. Dibuat untuk melamar pekerjaan.
Kalau Resume biasanya biasanya lebih singkat atau istilah lainnya ringkasan diri kita. Dibuat biasanya untuk menjelaskan profile seseorang, misal saat pelantikan menteri akan disebutkan resume tentang dirinya.
Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Mostly recruiters lebih sering menggunakan istilah CV daripada resume.
Lalu apa bedanya dengan Portofolio? Portofolio adalah bukti hasil kerja kita. Jika kam…
1. A. CV perlu pake foto kah? Cantumin agama juga ga di CV?
> Balik lagi ke tujuan lamaran. Tergantung jenis pekerjaan yang kamu lamar, mungkin buat jenis pekerjaan seperti teller, pramugari, model, dll perlu.
> Tapi bisa jadi pertimbangamu juga kalau foto dan agama terkadang bisa menimbulkan bias ke HRD, padahal kita mau terpilih bekerja di perusahaan yang melihat kompetensi dan hasil kerja kita. Tentu kita tidak mau dong, recruiter memilih kita hanya karena kita berwajah cute atau beragama/beretnis agama tertentu.
1. B. Tulis apa di CV?
> Coba bayangkan deh, kalau kamu sebagai recruiter atau HRD, apa aja detail yang kamu perlu ketahui tentang seorang kandidat. Nah, sudut pandang ini bisa memberikan gambaran kamu dalam membuat CV.
> Bagian terpenting dalam CV sebenarnya terletak pada bagian "Working Experience" baik itu pengalamanmu saat full-time, part-time, internship atau voluntary experience.
> Biasakan pada bagian "Working Experience" cukup sertakan three responsibilities, three achievements in bullet points for every role.
> Don’t writing essay in CV. Keep it simple, why? Because, recruiter have no time to read.
> Max 2 pages long. Keep it short, concise, but impressive enough to get the recruiter “curious” and call you.
> Selalu tampilkan pengalaman dari yang paling terbaru di PALING ATAS
> Masukkan angka ke dalam data prestasi kamu supaya lebih “bunyi”, misal pengalaman kamu sebagai supervisor, berapa orang staff yang kamu lead. Kamu seorang sales, berapa persen target yang selama ini kamu capai. Itu harus dimention agar memberikan gambaran yang lebih jelas ke recruiter.
> Sebisa mungkin menggunakan nama email yang sounds profesional ya, jangan pake nama kartun anime, atau jangan juga pakai email yang susah diingat seperti t4r4bud1m3n@gmail.com. It means a lot!
> Pastikan juga email dan nomor handphone yang kamu cantumkan pada CV masih aktif ya, agar recruiter mudah menghubungimu jika sewaktu-waktu kamu lolos ke tahap selanjutnya.
> Tidak perlu memasukan informasi yang tidak relevan di dalam CV. Misalnya kamu ragu, perlu mencantumkan hobby saya kah di CV atau bagaimana dengan pengalaman organisasi saat kuliah? Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, kira-kira informasi tersebut dapat membuat recruiter tertarik untuk memanggil interview kah? Jika iya, maka cantumkan lah.
Jika lowongan yang kamu terima menggunakan bahasa Inggris, maka CV yang diharapkan masuk juga berbahasa Inggris. Maka, gunakanlah CV berbahasa Inggris yang baik dan benar. Tidak PD dengan grammar bahasa Inggrismu? Silakan minta bantuan teman atau saudara mu untuk mengoreksinya.
> Jika kamu menulis CV dengan Bahasa Indonesia, gunakanlah EYD yang baik dan benar. Cek berulang kali, jangan sampai ada salah ejaan atau salah tanda baca.
> Sebaiknya tidak perlu mencantumkan gaji pada CV. Kenapa? Pertama, kita ingin dinilai berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang kita punya. Dengan memasukkan nominal gaji, maka akan menciptakan bias pada recruiter. Bisa jadi karena gajimu dinilai terlalu tinggi, maka kamu gagal dipanggil interview. Kedua, gaji bersifat rahasia dan nego gaji ada pada tahap terakhir proses seleksi, dan bisa saja CV mu terbaca oleh oknum tidak bertanggung jawab, tentu kamu tidak mau kan jika ada orang selain recruiter bisa tahu gajimu duluan sebelum kamu join ke perusahaan tersebut? :)
> Belum punya akun linkedin? Kalau belum langsung buat ya. Recruiter biasanya suka cek linkedin kamu juga. Jangan lupa dicantumkan di CV.
> Buatlah CV sejujur mungkin, dan pastikan CV yang kamu kirimkan ke perusahaan adalah CV terbarumu (sudah updated) ya!
Pakai cover letter perlu gak sih?
> Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya sudah jarang sekali membaca Cover Letter kandidat. Most recruiter yang saya kenal juga begitu, jarang yang membaca Cover Letter skg. Karena dengan jumlah CV yang masuk, waktu kami para recruiter ga banyak. Biasanya kami (recruiter) membaca (screening) CV 1 kandidat maksimal 30 detik. Sedangkan saya sendiri pernah mensortir hampir 300 CV yang masuk dalam sehari. Jadi ya pinter2 kalian, gimana cara membuat CV yang membuat recruiter tertarik memanggil interview ya. 😅
> Jika kamu mengirim lamaran via email, cover letter ini bisa diganti dengan “intro” di body email. Jadi tidak perlu attachment/PDF baru lagi. Singkat aja isinya bisa 4-5 kalimat. Intinya memuat pernyataan: sapaan - perkenalan diri - ingin melamar untuk posisi apa - salam penutup.
> Kecuali, perusahaan yang kamu lamar memang tertulis di iklan lowongannya untuk semua pelamar wajib mencantumkan cover letter ya. Silakan membuat cover letter dengan singkat, padat, jelas :)
Etika mengirim CV via Email seperti apa?
> Jika memungkinkan ada baiknya email langsung ke email personal rekruternya, bukan milis ya. Sapa dengan baik nama rekruternya di awal. Mention dengan benar nama perusahaannya. Be personal. Ini untuk memberikanmu kesan yang baik di awal.
> Tulislah hal menarik tentang diri dan pekerjaanmu sebelumnya dalam 1-2 kalimat yang sekiranya dapat mengarahkan rekruter untuk membuka attachment CV mu.
> Jangan lupa menyertakan judul email, misal: “Application Letter for Digital Marketing at PT Bumi Sejahtera Abadi”
> Jangan pernah mengirimkan email CV dengan body email kosong atau tanpa judul, atau bahkan salah menyebutkan nama rekruter atau perusahaan yang kamu lamar, atau bahkan CV nya lupa di attach di email, ini fatal banget! Siapa sih yang ga ilfeel kalau lagi ngelamar anak orang, trus salah sebut nama yang mau dilamar? 🤭
Inti dalam mengirimkan CV adalah coba mulai dari mindset bahwa semua orang punya sesuatu untuk “dijual” ke perusahaan. Tinggal mikirin jualan mana yang kira2 “dibeli” sama recruiters. Jangan berangkat dari rasa kurang! Start with confidence that you have something GOOD to sell. Be optimist!
Supaya lebih jelasnya, berikut link yang cukup komprehensif tentang contoh CV yang baik dan perbedaannya dengan portofolio.
https://jendela360.com/info/perbedaan-cv-dan-portofolio/
Pertanyaan:
1. Untuk fresh graduate angka seperti apa yg bisa dijual? Karena kalau dilihat dari contoh sepertinya hanya yang berpengalaman saja yang bisa melempar angka (mis target sales %).
2. Perlukah ditulis pernah dpt beasiswa apapun atau award?
3. Diatas dijelaskan bahwa CV harus selalu up to date kan, nah saya sendiri sudah hampir 7 bulan ini menganggur sejak wisuda, apakah ada trik untuk tetap membuatnya up to date? ya kegiatan saya pas nganggur ini juga ngga jauh2 dari lamar2 kerja sama ikutan kursus dan kelas online aja sih, tapi masa iya itu yg dimasukan ke cv?
Jawaban:
1. Baik, terima kasih pertanyaannya, Fadel. Apa yang membuat HRD tertarik dengan profile kita?
Jawabannya: sama seperti ketertarikan kamu dengan manusia lain, pada umumnya. Natural attraction aja. Could be your confidence, could be the way you talk, could be your competency, anything. Makanya instead of focusing on design template, panjang halaman, atau structure layout,, fokuslah untuk memperbanyak achievementmu, tunjukkan hal-hal positif yang kamu punya. Kalau HRD nya masih ngga manggil kamu interview? Ya udah, thank you, next! Saatnya cari lowongan lain sambil meningkatkan skill mu.
2. Yes, ini balik lagi ya ke mindset. Selalu tanyakan berkali-kali ke diri sendiri, kira-kira dengan saya mencantumkan beasiswa atau award ini bisa "menjual" profile saya untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut ga ya? Kalau menurutmu "layak tayang" why not? Kalau kamu penerima beasiswa bergengsi, bisa diceritakan dgn singkat di CV kalau kamu bisa lolos seleksi beasiswa X dengan mengalahkan ribuan kandidat yang lain. Bisa jadi nilai plus di mata recruiter lho:).
Coba dipikirkan juga apakah beasiswa dan award yang kamu dapat itu relevan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar. Misal kamu juara Indonesian Idol, tapi melamar ke bagian Oil&Gas, ya jadi ga guna kan? Kecuali kamu misalnya Top 5 Masterchef Indo, dan melamar ke bagian Chef di Perhotelan, ya itu bakal jadi nilai tambah banget. Again, jika ragu, coba bayangkan kamu berada di posisi recruiter ya.
3. Yes, pelamar yang baik adalah pelamar yang paling niat melamar. So, jika kamu mau melamar kerja sekarang, tapi CV kamu udah lebih dari 7 bulan CV mu belum di update juga, pasti recruiter akan bertanya-tanya kegiatanmu selama ini apa. Buat CV dengan sejujur mungkin. Jika saat ini kegiatanmu adalah melamar pekerjaan, ceritakan apa adanya. Jika kamu sibuk ikut kursus dan kelas online data analyst misalnya, trus kamu melamar sebagai Data Analyst juga, maka caranya, kursusmu tadi bisa dicantumkan pada bagian "skill". Lalu jika 7 bulan kemarin kamu ada usaha bareng teman, terus jalan 3 bulan usahanya gagal, ceritakan dengan singkat nama usahanya. Again, balik lagi ya, CV itu bukan untuk panjang2an atau semuanya harus ditulis kok. Pilih yang paling relevan. Bisa jadi CV kamu untuk perusahaan X beda dengan CV yang kamu buat utk melamar ke perusahaan Y. Jangan berangkat dari rasa kurang! Start with confidence that you have something GOOD to sell.
Biasakan untuk selalu memperhatikan iklan lowongan dengan cermat. Jika pada iklan tertulis: Kirimkan CV, Surat lamaran, Ijazah, Transkrip nilai, Scan KTP ke email blablabla@gmail.com ya silakan kamu kirim selengkap-lengkapnya. Perhatikan juga syarat yang dicari. Inget lho, HRD itu masang iklan pasti ada banyak pertimbangan. Mis: IPK Min. 3,00 lalu kamu IPK nya di bawah itu misalnya, atau kamu sudah lulus, tapi ijazah kamu belum keluar, ya sudah pasti tau kan jawabannya apa. Dari situ saja sudah menunjukkan kamu bisa lolos kriteria atau tidak. Be smart jobseeker ya, guys!.
lanjutannya disebelah yah...
Komentar
Posting Komentar